Jawaban Keraguan

Hampir seribu hari ku bergumul 

Tuhan, apakah dia?

Tapi bersamanya banyak keraguan

Tangisku bukan karena dia jahat tetapi keraguan

Hampir seribu hari kepalaku berisik oleh banyaknya pertanyaan 

Bersamanya diriku banyak tawa, namun lagi-lagi diriku belum sepenuhnya menerima 

Ternyata beberapa persen yang belum menjadi seratus persen itu alasannya

Terkadang sandiwaraku ini menyiksa 

Namun, cinta ini sudah bertumbuh dengan setulus mungkin

Hari mulai menjawab semuanya atas keraguan 

Tuhan berikan hal yang terbaik dari apa yang ku doakan

Semesta menjadi saksi dimana dinding kamar mendengar desakan suara tangis yang berderai terus menerus 

"Apa yang perlu kau tangisi, bukankah dirimu meragukan dirinya selama hampir seribu hari itu?" Kata hati bertanya-tanya

Jawaban atas keraguan sudah terjawab dan saatnya diriku menerima walaupun terkadang jawaban ini sangat menyiksa 

Menyiksa bahwa rasa tak bisa berdusta, masih menyimpan bayangan 

Setiap perjalanan bayangan memori terkadang melintas bagaikan angin mengiung-ngiung 

Namun, lagi-lagi biarlah ku nikmati episode hidup ini




Komentar

Postingan Populer