Mengawali Harapan
Lembaran awal ini seperti "membeli buku baru"
seperti biasa menerka-nerka akhir ceritanya.
Kepalaku masih seperti lalu berisik,
berisik, berisik, dan berisik.
Ku seperti layaknya peramal,
tetapi ada sebabnya.
Semenjak tahun 18, 20, 22, hingga 24 seperti kutukan.
Ayah pergi ke rumah Tuhan tahun 18,
hingga tahun 24 yang mengukir cerita pilu,
sejenak berpikir nasib tahun genap sebuah kutukan buruk.
Mencoba tidak memvonis kehidupan dan cara Tuhan.
Saat itu air mata mengalir tanda mengawali tahun 26 tepat pukul 00,
semoga tahun 26 mengukir asa dan harap semesta selalu memberkati.
Berharap episode perjuangan kali ini dipenuhi banyak sukacita.
Dan kiranya semakin dipenuhi tawa dan manusia-manusia tulus.
Komentar
Posting Komentar